Bandar Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali melahirkan doktor baru melalui ujian terbuka sidang promosi doktor yang digelar di Aula K FKIP Unila, Jumat (12/6/2026).
Sidang promosi doktor dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP Unila, Dr. Riswandi, M.Pd., selaku Ketua Penguji, didampingi Dr. Handoko, S.T., M.Pd. sebagai Sekretaris Penguji. Tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Een Yayah Haenilah, M.Pd. selaku Promotor, Dr. Mujiyati, M.Pd. sebagai Co-promotor I, dan Dr. Muhammad Nur Wahidin, M.Ag., M.Si. sebagai Co-promotor II.
Turut hadir dalam sidang tersebut Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd. sebagai Penguji Eksternal, Dr. Sumarti, S.Pd., M.Hum. sebagai Penguji Internal, serta Prof. Hasan Hariri, M.B.A., Ph.D. sebagai Penguji.
Pada kesempatan itu, Diah Utaminingsih berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Teaching Effectiveness Berbasis Karakteristik Psikologis Guru”. Penelitian tersebut mengangkat pentingnya aspek psikologis guru sebagai faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran di sekolah.
Diah menjelaskan, selama ini pengembangan kompetensi guru lebih banyak berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar. Sementara itu, aspek psikologis yang berperan besar dalam mendukung efektivitas pembelajaran masih belum mendapatkan perhatian yang optimal.
Penelitiannya menyoroti tiga karakteristik psikologis utama yang memengaruhi efektivitas pembelajaran, yakni teacher self-efficacy (keyakinan guru terhadap kemampuan dirinya), teacher engagement (keterlibatan guru dalam proses pembelajaran), dan teacher well-being (kesejahteraan psikologis guru).
“Guru tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dukungan psikologis yang dapat membantu mereka lebih percaya diri, terlibat secara aktif, dan merasa sejahtera dalam menjalankan proses pembelajaran,” ujar Diah dalam pemaparannya.
Penelitian ini bertujuan membangun model teaching effectiveness berbasis karakteristik psikologis guru sekaligus merekonstruksi dimensi dan indikator yang berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran. Hasil akhirnya adalah sebuah kerangka konseptual yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kapasitas guru maupun perumusan kebijakan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Diah menggunakan pendekatan exploratory sequential mixed methods, yang mengintegrasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian diawali melalui Focus Group Discussion (FGD) dan diskusi eksploratif untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menyusun indikator efektivitas pembelajaran.
Model yang dihasilkan kemudian diuji dan divalidasi menggunakan berbagai pendekatan statistik, termasuk Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teacher self-efficacy menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan teaching effectiveness, disusul oleh teacher engagement. Sementara itu, teacher well-being berperan memperkuat kedua faktor tersebut sehingga mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif dan produktif.
Temuan tersebut melahirkan Teaching Effectiveness Assessment Framework (TEAF), sebuah kerangka penilaian yang menegaskan pentingnya karakteristik psikologis guru sebagai fondasi keberhasilan proses pembelajaran.
Selain memperkaya khazanah ilmu pendidikan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang program peningkatan kualitas guru yang lebih komprehensif.
Melalui capaian akademik ini, Universitas Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan riset yang inovatif, relevan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.





















